Pertolongan Pertama Saat Terkena Tetanus Langkah Cepat yang Menyelamatkan

By | 6 Agustus 2025

Tetanus adalah infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani, yang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Bakteri ini menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf dan menyebabkan otot menjadi kaku atau kejang, terutama di area wajah dan rahang (dikenal sebagai “lockjaw”).
Tetanus bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, tetanus dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kejang otot hebat, bahkan kematian. Oleh karena itu, pertolongan pertama yang cepat dan tepat sangat penting.

Kapan Seseorang Berisiko Terkena Tetanus?
Tetanus dapat terjadi jika:
– Terluka oleh benda berkarat, seperti paku atau kawat
– Luka terbuka di tanah atau lingkungan kotor
– Tersayat, gigitan, atau luka bakar yang tidak segera dibersihkan
– Luka akibat tato, tindik, atau suntikan yang tidak steril

Gejala Awal Tetanus
Seseorang yang mulai terkena tetanus biasanya menunjukkan gejala dalam 3–21 hari setelah terinfeksi. Gejala awal meliputi:
– Kaku pada rahang atau leher
– Sulit menelan
– Kaku atau nyeri otot di sekitar luka
– Kejang otot yang menyakitkan
– Demam dan berkeringat
– Gelisah atau iritabilitas

 Pertolongan Pertama Saat Terkena Luka Berisiko Tetanus
Jika kamu atau orang lain mengalami luka yang berisiko terkena tetanus, berikut langkah-langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan:

1. Segera Bersihkan Luka
Cuci luka dengan air mengalir dan sabun antiseptik selama beberapa menit.
– Buang kotoran, serpihan, atau benda asing dari luka dengan hati-hati.
– Hindari menutup luka terlalu rapat agar tidak menciptakan lingkungan anaerob (tanpa oksigen), tempat bakteri tetanus tumbuh.

2. Berikan Antiseptik
Oleskan larutan antiseptik seperti povidone iodine atau alkohol 70% pada luka setelah dibersihkan.

3. Hentikan Pendarahan
Jika ada pendarahan, tekan perlahan dengan kain bersih hingga berhenti.

4. Tutup Luka Sementara
Gunakan kasa steril atau perban bersih untuk melindungi luka dari kotoran, tapi jangan terlalu ketat.

5. Segera Cari Bantuan Medis
Bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan:
– Suntikan tetanus toxoid (TT) jika belum pernah divaksin lengkap
– Tetanus immune globulin (TIG), jika luka parah dan pasien belum divaksin
– Antibiotik jika infeksi mulai berkembang

Pencegahan Tetanus Melalui Vaksinasi
Pencegahan paling efektif terhadap tetanus adalah vaksinasi, yaitu:
– Vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus) untuk anak-anak
– Vaksin Td atau Tdap untuk remaja dan dewasa
– Booster setiap 10 tahun sekali atau setelah luka serius jika vaksin terakhir lebih dari 5 tahun lalu.

Kesimpulan: 
Tetanus adalah penyakit yang sangat berbahaya, tetapi bisa dicegah dan dikendalikan jika ditangani dengan cepat. Saat terjadi luka yang berisiko, pertolongan pertama yang benar seperti membersihkan luka dan mencari perawatan medis bisa menjadi penyelamat nyawa. Selain itu, pastikan kamu dan keluarga selalu mendapatkan vaksinasi lengkap dan booster secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *