Dampak dari Terkena Gas Air Mata Efek Risiko dan Penanganannya

By | 31 Agustus 2025

Gas air mata adalah senjata kimia non-mematikan yang umum digunakan oleh aparat keamanan untuk mengendalikan kerusuhan atau membubarkan massa. Meski disebut non-mematikan, gas air mata tetap bisa menyebabkan dampak kesehatan serius, terutama jika paparan terjadi dalam jangka waktu lama atau dalam konsentrasi tinggi. Gas air mata bukan gas dalam bentuk murni, tetapi campuran bahan kimia (seperti CS gas atau CN gas) yang disemprotkan atau dilemparkan melalui granat atau tabung. Zat ini mengiritasi selaput lendir mata, hidung, mulut, dan paru-paru, sehingga menimbulkan rasa perih yang luar biasa.

Dampak Langsung dari Paparan Gas Air Mata
 1. Iritasi Mata
– Mata terasa terbakar, perih, dan berair
– Penglihatan kabur sementara
– Sulit membuka mata
 2. Gangguan Pernapasan
– Batuk, sesak napas, hidung tersumbat
– Sensasi seperti “tercekik”
– Dapat memperburuk kondisi seperti asma atau PPOK
 3. Efek pada Kulit
– Kulit terasa panas atau gatal
– Kemerahan dan ruam (terutama di area lembap seperti leher dan ketiak)
– Dalam kasus ekstrem, bisa menyebabkan luka bakar kimia ringan
 4. Efek Sistemik (Keseluruhan Tubuh)
– Mual dan muntah
– Pusing atau kehilangan keseimbangan
– Disorientasi mental karena stres fisik dan kimia

Dampak Jangka Panjang (Jika Paparan Berat atau Berulang)
Walau gas air mata dirancang untuk efek jangka pendek, paparan berulang atau berkepanjangan bisa menyebabkan:
– Gangguan penglihatan jangka panjang (terutama jika terkena langsung ke mata)
– Infeksi pernapasan kronis
– Luka pada kornea mata
– Gangguan psikologis akibat trauma (terutama pada anak-anak atau orang rentan)

Cara Melindungi Diri dari Gas Air Mata:
1. Jangan panik, segera menjauh dari area berasap
2. Tutup hidung dan mulut dengan kain basah
3. Jangan mengucek mata
4. Gunakan kacamata renang atau pelindung mata
5. Segera cari tempat tinggi dan terbuka (gas air mata cenderung mengendap di tempat rendah)

Kesimpulan:
Gas air mata memang dirancang sebagai senjata non-mematikan, namun dampaknya bisa serius, terutama bagi kelompok rentan atau jika digunakan secara berlebihan. Penting untuk mengetahui cara menghindari, melindungi diri, dan memberikan pertolongan pertama jika terpapar gas ini. Kesadaran dan informasi yang tepat bisa menyelamatkan banyak orang dari risiko kesehatan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *